Pentingnya
Psychological First Aid di Indonesia
Penulis: Gaby Adelia
Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/3sVmJf2XAdXxrZHF6
Indonesia adalah salah
satu negara yang sangat kaya akan keindahan alamnya, tidak dapat dipungkiri
bahwa banyak wisatawan baik lokal maupun internasional yang jatuh hati dan
tertarik akan alam Indonesia. Mulai dari gunung, laut, pantai, wisata bahari,
peninggalan sejarah, dan lainnya. Semua keindahan alam yang ada juga tidak
terlepas dari potensi bahaya, posisi Indonesia yang berada dititik pertemuan
antara dua lempeng benua yang berbeda yaitu benua Asia dan Australia dan
dilintasi oleh dua jalur pegunungan muda yaitu sirkum pasifik dan mediterania,
sehingga Indonesia juga memiliki potensi bahaya yang cukup besar dari bencana
alam.
Bencana alam yang terjadi di Indonesia dan menarik
perhatian mancanegara antara lain bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada
tahun 2004 tercatat terdapat 227 ribu korban jiwa, tsunami dan gempa di Palu
dan Donggala dengan 2.113 jumlah korban meninggal dunia, dan tsunami yang
terjadi di selat Sunda yang datangnya tanpa dapat diprediksi sebelumnnya
memkana korban jiwa sampai 430 orang. Bencana lainnya seperti tananh longsor,
banjir bandang, gunung meletus, gempa bumi, dan lainnya yang dapat menganggu
kehidupan manusia serta menghambat seseorang untuk dapat hidup secara normal
seperti sedia kala.
Untuk seseorang dapat bangkit dari keterpurukan yang
disebabkan oleh bencana seperti kerugian materil ataupun nonmateril yang
ditinggalkan oleh anggota keluarga, trauma, cemas, dan lainnya diperlukan
bantuan orang lain untuk masyarakat yang terkena bencana. Terbatasnya tenaga
profesional seperti psikolog dan psikiater yang bersedia dan yang dapat memberi
intervensi psikologis kepada korban bencana, sehingga dibutuhkan Psychological
Fisrt Aid (PFA) yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum yang telah melakukan
pelatihan sebelumnya untuk dapat membantu korban bencana.
Jadi, Apa itu PFA? Apa saja hal yang dapat diberikan kepada korban
pasca bencana? Prinsip-prinsip aksi PFA?
Psychological
First Aid (PFA) adalah dukungan
psikologis yang paling dasar yang dapat diberikan kepada seseorang yang baru saja
mengalami bencana, krisis, dan keadaan darurat . PFA juga dapat diartikan
sebagai bantuan yang bersifat praktis kepada manusia lain yang baru saja
mengalami kejadian traumatis. Bantuan yang diberikan dapat berupa perawatan,
memberi perhatian, menunjukan rasa peduli dengan mendengarkan segala keluh
kesah tanpa memaksa mereka untuk bercerita, menjaga mereka dari bahaya yang
lebih lanjut, membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman,
informasi, pelayanan dan dukungan sosial.
Terbatasnya tenaga psikolog dan psikiater di Indonesia
yang mampu memberikan intervensi psikologis kepada korban bencana segera
setelah bencana terjadi dapat mengakibatkan trauma yang berkepanjangan kepada
korban, sehingga terbentuklah teknik PFA yang telah juga dilakukan berbagai
riset di luar negri mengenai efisiensi PFA sendiri. Indonesia sendiri sedang
dalam tahap mengembangkan teknik ini untuk menghadapi korban pasca bencana.
Sebab tidak diperlukan seseorang ahli kejiwaan untuk melakukan teknik ini,
semua orang dapat melakukannya apabila telah melakukan beberapa pelatihan
terkait PFA yang diselenggrakan oleh badan penanggulangan bencana, organisasi
psikologi, dan lainnya.
Hal
yang dapat diberikan kepada korban bencana pada fase pasca bencana, dimana kondisi sangat kalut
dan para korban tidak dapat berpikir dengan normal, bahkan tidak dapat
beraktivitas dengan produktif, keadaan yang sangat berantakan, tempat
pengungsian yang dipenuhi oleh orang-orang yang tidak dikenal sebelumnya, perasaan
sendiri sebab terpisah atau bahkan ditinggalkan oleh anggota keluarga mereka. Sehingga
relawan PFA dapat memberi bantuan berupa:
1. Memenuhi kebutuhan dasar korban bencana seperti tempat perlindungan,
air, sanitasi. Hal dasar yang akan sangat dibutuhkan oleh seseorang dan akan
sangat membantu keadaan korban.
2. Merujuk ke pelayanan kesehatan bagi korban yang mengalami luka-luka
atau kondisi kronis.
3. Memberi informasi mendasar bagi para korban, seperti pelayanan yang
tersedia, kontak dengan keluarga, akses dukungan mengenai budaya atau agama
korban, dan lainnya
4. Membantu melalui diskusi dan pengambilan keputusan penting, sebab
kondisi korban tidak dapat berpikir dengan jernih dan kepala dingin.
Prinsip-prinsip
aksi PFA:
1. Persiapan
Dilakukan dengan mempelajari hal-hal yang terjadi
seperti kejadian saat bencana, mempelajari mengenai ketersediaan pelayanan dan
dukungan yang ada, mempelajari kondisi keamanan dan jaminan bagi korban.
2. Melihat
Setelah mempelajari, relawan juga harus mengamati
dengan seksama mengenai kebutuhan dasar korban bencana, mengamati reaksi
perilaku korban apabila menunjukan tekanan yang serius.
3. Mendengar
Kontak langsung dengan korban yang membutuhkan
pertolongan, serta menanyakan mengenai kebutuhan dan perasaan mereka namun,
tidak memaksa apabila mereka belum mau terbuka atau berbicara.
4. Menghubungi
Membantu korban bencana memenuhi kebutuhan dasar dan coping stress, memberi informasi
mengenai keluarga mereka ataupun biro psikologi bagi yang membutuhkan bantuan
lebih lanjut, menghubungngkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai dan
dukungan sosial yang ada.
Jadi, wawasan mengenai PFA di Indonesia sangatlah
dibutuhkan ditengah potensi bencana yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Tidak
ada salahnya bila kita sesama manusia saling menolong mereka yang membutuhkan
bantuan. Tulisan ini ditulis dengan tujuan kiranya setiap golongan masyarakat
luas di Indonesia dapat sadar dan memperlengkapi diri dengan pengetahuan menganai
pertolongan pertama psikoligis ini, mengingat PFA dapat dilakukan oleh siapapun
bukan hanya mereka yang ahli dibidangnya. Sebab bencana dapat juga terjadi
tanpa tanda sebelumnya dan dapat terjadi dimanapun. Sehingga dimanapun kita
berada akan lebih baik apabila kita memiliki pemahaman yang baik mengenai cara
penanggulangan dasar terhadap bencana, yang dapat berguna untuk diri kita
sendiri maupun orang lain.
Daftar Pustaka:
Forbes, D., Lewis, V., Varker, T., Phelps, A.,
O'Donnell, M., Wade, D. J., ... & Creamer, M. (2011). Psychological first
aid following trauma: Implementation and evaluation framework for high-risk
organizations. Psychiatry: Interpersonal
& Biological Processes, 74(3), 224-239.
Irianda. G. PFA (PSYCHOLOGICAL FIRST AID). Materi
Kelas Psikologi Bencana. 5 MEI 2020

Komentar
Posting Komentar